Tebing Cahaya
Desa Tampo Arang telah lama dibiarkan pudar oleh waktu, tetapi tidak pernah benar-benar tidur. Di lereng Gunung Manglayang, labot, kentongan yang berbunyi semaunya, dan cahaya aneh dari tebing menyimpan jejak cerita yang belum selesal-tambang yang hilang dan janji yang tak pernah ditepati.
Tiga orang kembali, seolah dipanggil oleh desa itu sendin. Ahyl, yang hafal setiap bisikan angin, mulai merasakan ritme Tampo Aran berubah. Roni, yang dulu hanya singgah sebentar, membawa kembali sesuatu yang desa ini simpan untuk keluarganya. Kidhan, datang dari kota dengan agenda sendiri, tanpa sadar melangkah di tanah yang pernah menunggu kepulangannya untuk menagih janji lama.
Ketika legenda Tebing Cahaya kembali menunjukkan tanda-tandanya, masa lalu muncul dari tempat-tempat yang seharusnya diam. Tanpo Arang menuntut ketigariya untuk membuka apa yang terkubur, dan memutuskan apakah desa itu akan tetap pudar atau menyala kembali melalui tangan mereka.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Tebing Cahaya
Penulis: Alina
Jumlah Halaman: 223 halaman
Ukuran: 14x20 cm
