Dari Perti Ke Perti
Didirikan sebagai organisasi yang semula hanya bertugas untuk mengurus dan mengembangkan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) di Minangkabau (Sumatera Barat) dan sekitarnya, dengan nama Persatuan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (PMTI) pada tanggal 5 Mei 1928 di Canduang Bukittinggi, kemudian mengembangkan diri menjadi ormas dengan cakupan bidang amal sosial dalam arti luas dan berubah nama menjadi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PTI), Perti bermetamorfosis menjadi partai politik di akhir tahun 1945 dengan nama Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (P.LPERTI) Pada masa itu, organisasi ini sudah mempunyai anggota sekitar 450.000 yang tersebar dari Aceh sampai ke Kalimantan Selatan.
Pada masa-masa awal sebagai partai politik. Perti tetap aktif membina dan mengembangkan MTi ke berbagai pelosok Indonesia, terutama di Sumatera, Kalimantan Selatan. Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Namun sejalan dengan berjalannya waktu, tokoh-tokoh Perti semakin sibuk dan semakin hanyut oleh alunan gendang politik praktis yang memang menjanjikan untuk kehidupan materi. Tanggungjawab terhadap MTi semakin lama semakin abai kalau tidak bisa disebut terlupskan samasekali. MTI-MTi yang jumlahnya sudah mencapai ratusan seperti ayam kehilangan induk lalu mati satu persatu. Tokoh-tokoh Perti sibuk berebut jabatan di pemerintahan dan akhirnya lahirlah konflik internal yang memuncak di akhir orde lama, ujung masa pemerintahan Soekarno,
Konflik itu mencapai titik kulminasi dan meledak. Perti terbelah dua. Yang satu berfungsi dengan partai politik Islan lain menjadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang satu lagi bergabung ke organisasi politik Golongan Karya debgan menggunakan bahasa pokitis "menyakurkan aspirasi politik. Itu terjadi di awal tahun 1970 dan terus berlanjut sampai 46 tahun lamanya.
Kemudian, melalui perjuangan yang tidak mengenal lelah, jamaah Perti di daerah-daerah, terutana di Riau, Sumatera Barat, Aceh, dan daerah lain, berusaha mendesak pengurus pusat kedua belah pihak untuk bersatu kembali. Ishlah, Alhamdulillah, setelah memakan waktu perjuangan lebih dari 21 tahun, akhirnya Perti bersatu kembali pada bulan Oktober 2016 di Jakarta.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Dari Perti Ke Perti
Penulis: Prof. Dr. Drs. Alaiddin Koto, BA., MA.
Jumlah Halaman: 171 hal
Ukuran: 14x20 cm
