WaKen
“Orang-orang lapar dan nafsu berkuasa bertaruh nama Tuhan dalam permainan nasib bernama politik.”
Tuan Syafiq Al Azmi tidak pernah membayangkan algoritma berpikirnya akan membawanya ke kursi tertinggi Republik. Ia bukan politisi kawakan, bukan akademisi mentereng, melainkan hanya rakyat biasa yang tiba-tiba memikul beban ratusan juta jiwa di pundaknya. Baginya, menjadi presiden adalah sebuah "fiksi" yang menjelma menjadi kenyataan yang mengerikan.
Di balik kemegahan istana, Syafiq justru didera ketakutan akan perhitungan Tuhan. Ia menolak hadiah dari pengusaha, melarang keluarganya menyentuh dunia bisnis, dan menghadapi menteri-menterinya dengan wasiat takwa. Namun, ketika keadilan mulai dipermainkan dan rakyat kecil mulai mengadu lewat surat-surat penuh air mata, Syafiq menyadari bahwa kekuasaan adalah jalan licin yang bisa menggelincirkan siapa saja ke dalam jahanam.
Hingga suatu ketika, ia terbangun di sebuah tempat asing—persimpangan antara hidup dan mati. Di hadapannya berdiri sosok misterius tanpa ekspresi yang menghujamnya dengan narasi gelap tentang dosa-dosa kekuasaan. Di tempat keheningan itu berdaulat, Sang Presiden dipaksa menelan "racun" yang telah ia timpakan sendiri kepada rakyatnya.
Akankah Sang Presiden selamat dari pengadilan terakhirnya, ataukah ia akan mati bersama kebohongan-kebohongan yang selama ini ia diamkan?
KETERANGAN BUKU:
Judul: WaKen
Penulis: Rushminn
Jumlah Halaman: 97 halaman
Ukuran: 14x20 cm
