Seniman Nuklir
Seniman Nuklir, mungkin frasa tersebut terdengar menggelegar, mengingat terdapat kata "Nuklir" disana. Akan tetapi, tidak semua yang menggelegar sebenernya menggelegar secara harafiah. Bisa jadi disana terdapat kesederhanaan yang kita tidak pernah bisa ketahui. Begitu juga dengan katal "Seniman", bisa jadi dibalik kata yang sangat lumrah kita gunakan sehari-hari, terdapat makna yang lebih dalam, dan sebenernya kita tidak pernah ketahui sebelumnya. Maka, ketika kedua kata tersebut digabungkan, apakah unsur baru yang akan tercipta? Atau dapat juga, pertanyaannya berubah menjadi, sosok seperti apa yang kemudian menunjukkan eksistensinya? Apakah kemudian, sosok itu semenggelegar kata "Nuklir"? Atau semudah ditemui seperti kata "Seniman"? Atau, justru tidak sama sekali dapat dipahami oleh kita?
Maka, menyelami, mendalami, memahami, dan mengerti seluruh bagian, unsur, dan definisi dari frasa "Seniman Nuklir", dapat menjadi sebuah perjalanan bacaan yang mungkin menyenangkan. Ada kata "mungkin" disana, mengingat tidak semua orang adalah pembaca, dan tidak semua orang juga dituntut untuk memahami siapa atau apa itu "Seniman Nuklir". Terlepas dari semua itu, perjalanan tetaplah perjalanan, dan pasti ada hikmah yang bisa dipetik dari suatu perjalanan. Maka dalam perjalanan atau proses pembentukkan Seniman Nuklir yang akan kita sama-sama selami, semogalah hikmah dan pembelajaraan berharga yang kita dapat.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Seniman Nuklir
Penulis: Ricky Putra
Jumlah Halaman: 113 halaman
Ukuran: 14x20 cm
