Sejarah Kampung Tariang Baru
Buku Sejarah Kampung Tariang Baru merupakan upaya dokumentasi penting untuk merekam dan menyampaikan sejarah lisan yang selama ini tersembunyi di balik ingatan para tetua kampung. Kampung Tariang Baru, yang terletak di Kepulauan Sangihe, terbentuk sebagai hasil dari bencana alam besar: letusan dahsyat Gunung Awu yang berlangsung sejak pertengahan abad ke-19 hingga tahun 1892. Letusan ini memaksa penduduk Kampung Tariang Lama mengungsi dan membentuk komunitas baru di wilayah Pananualeng, yang kini dikenal sebagai Kampung Tariang Baru.
Kisah yang terjadi dimasa itu belum pernah terdokumentasikan secara tertulis. Buku ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut dengan merekam periode pengungsian, pembentukan kehidupan sosial dan budaya, serta dinamika perubahan dari masa tradisional, kolonial, hingga kemerdekaan.
Melalui metode penelitian sejarah seperti wawancara, kajian arsip dan dokumen tua, serta cerita lisan, penulis menggali sumber-sumber otentik yang menghidupkan kembali memori kolektif kampung ini. Buku ini ditulis dengan tujuan memperkuat identitas budaya, mendorong pelestarian sejarah lokal, serta menjadi acuan dalam pembangunan berbasis kearifan local.
Dengan hadirnya buku ini diharapkan menjadi sumber belajar penting bagi generasi muda dan masyarakat luas.
Ruang lingkup buku ini mencakup letusan Gunung Awu, perpindahan penduduk, pembentukan komunitas baru, perkembangan agama dan pendidikan, serta sistem pemerintahan kampung, buku ini adalah cermin masa lalu yang memandu langkah ke depan. Sebuah warisan sejarah yang ditulis untuk dikenang, dipelajari, dan diwariskan.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Sejarah Kampung Tariang Baru
Penulis: Alffian Walukow, S.Pd, M.Pd dan Sutardji Matantu, S.Pd.I
Jumlah Halaman: 285 halaman
Ukuran: 14x20 cm
