Resonansi Jiwa dalam Rupa
Meski cantik adalah hal yang didamba, menjadi perempuan tak harus sempurna. Sebab, cantik bukan sekadar rupa, melainkan ilmu yang menerangi langkah dan kelapangan jiwa. Cantik itu diuji dengan kesabaran: ketika perempuan tak menghakimi, tetapi lebih memilih mendengarkan; ketika ia menahan amarah dan menggantinya dengan melangitkan doa; pun ketika ia meyakini bahwa keteladanan lebih kuat daripada nasihat panjang yang menjemukan.
Cantik ternyata bukan soal wajah yang selalu segar, juga bukan tentang tubuh yang memenuhi standar. Sebab, cantik dari dalam tumbuh dari ilmu yang dipraktikkan: tahu kapan harus berbicara dan kapan cukup mengangguk, tahu kapan menasihati dan kapan memilih mendoakan. Dan mungkin, di sanalah resonansi jiwa menemukan rupanya—dalam kerja yang tulus, dalam kesabaran yang panjang, dan dalam keyakinan bahwa setiap peran dan langkah yang dijalani dengan amanah tidak pernah benar-benar sia-sia.
Sebuah antologi penuh arti dan menginspirasi tentang bagaimana perempuan memandang, menjaga, dan meneguhkan dirinya untuk tetap cantik dan bahagia dalam berbagai peran yang diemban, pun tentang bagaimana perempuan menggenggam keyakinan dan pemahaman bahwa kecantikan rupa adalah dambaan, tetapi jiwa yang jelita ternyata lebih menguatkan dan membahagiakan.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Resonansi Jiwa dalam Rupa
Penulis: Sri Chairina, Ida Rosnida Laila, Nita Safira, dan Asriani Purba
Jumlah Halaman: 324 halaman
Ukuran: 14x20 cm
