Pantaskah Aku Disebut Santri?
Buku ini lahir dari bilik pesantren, dari ruang-ruang kecil yang menyimpan sejuta cerita tentang perjuangan seorang santri. Di dalamnya terpatri cinta yang terpendam, rindu yang senantiasa menyelimuti, pengorbanan yang tak pernah berhenti, air mata yang jatuh dalam doa, serta harapan besar yang terus tumbuh.
Menapaki jalan pesantren bukanlah sekadar pilihan, melainkan sebuah perjalanan spiritual sekaligus intelektual. Di balik dinding-dinding sederhana pesantren, tersimpan ribuan kisah tentang ketekunan, kesabaran, dan pengabdian. Menjadi santri bukanlah sekadar mengkaji ilmu, melainkan menghidupkan ilmu itu dalam amal nyata. Santri sejati adalah mereka yang menjadikan ilmu sebagai amal, amal sebagai teladan, dan teladan sebagai jalan menuju ridha Allah SWT. Namun, pertanyaan yang kerap menghampiri adalah: pantaskah aku disebut santri?
Melalui refleksi ini, pembaca diajak merenungi identitas kesantrian: bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang kesungguhan dalam berjuang, memperbaiki diri, dan menjaga amanah ilmu. Buku ini tidak dimaksudkan untuk menggurui, melainkan menemani setiap langkah, menegaskan bahwa benar adanya: menjadi santri bukanlah perkara mudah. Namun, di balik kesulitan selalu ada kemudahan, dan di balik perjuangan selalu ada ridha Allah SWT yang menanti.
Untuk itu, silakan jelajahi setiap lembaran buku ini, dan temukan pesan-pesan yang tersimpan di dalamnya untuk menemani perjalanan kalian.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Pantaskah Aku Disebut Santri?
Penulis: Deni Alfarizi
Jumlah Halaman: 177 halaman
Ukuran: 14x20 cm
