blog Details

blog

Memeluk Luka Batin

Setiap orang akan mengalami titik terendah di mana terjadi puncak luka. Pada titik itu,

rasanya ingin lari sejauh-jauhnya, berteriak di puncak gunung atau menenggelamkan diri

ke dasar lautan. Rasanya, tak ada manusia paling menyedihkan di muka bumi ini kecuali

diri kita. Air mata membanjir, meratapi nasib yang begitu malang, menyakitkan, dan memilukan.

Kesedihan pun terus berlarut seolah air mata tak mungkin terhenti.

Memang, melupakan secara total luka batin tidaklah mungkin karena momen buruk akan

tersimpan rapi di dalam amigdala. Sebaliknya, kita justru perlu memeluk luka batin, mengakui

sebagai bagian dari perjalanan hidup, mengikhlaskan, serta mengambil hikmah di balik peristiwa

yang menyakitkan. Memang tidak mudah, dan membutuhkan proses panjang. Tapi, dengan

keyakinan bahwa akan ada momen manis setelah momen pahit, semua bisa berlalu.

Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk segera pulih dari luka batin. Bayangan buruk

akan masa depan kerap menghantui. Ada kalanya seseorang pesimis untuk pulih karena merasa

tidak ada dukungan dari orang sekitar. Akan tetapi, sebesar apapun dukungan pihak luar, jika dalam

diri sendiri tak berupaya pulih, maka luka itu akan tetap bersarang dalam batin. Dari sini, self healing

atau proses penyembuhan luka batin dengan pelibatan diri sendiri sangatlah penting.


KETERANGAN BUKU:

Judul: Memeluk Luka Batin 

Penulis: Ikhtiyatoh

Jumlah Halaman: 118 halaman

Ukuran: 14x20 cm

Social Share :