blog Details

blog

La Temmasonge Toappaweling (Mata Air Trah Bangsawan)

Tahun 1749.
Di balik dinding Istana Saoraja, Kerajaan Bone berada di ambang perpecahan. Wafatnya Batari Toja Daeng Talaga, Arumpone ke-21, membuka jurang intrik dan perebutan kekuasaan yang mengancam runtuhnya tatanan adat serta kemurnian darah bangsawan.

Di tengah badai itu berdiri seorang lelaki yang keberadaannya selalu dipertanyakan:
La Mappasossong, bangsawan berdarah raja, namun dicap Ana’ Cera’—darah yang disangsikan. Ia bukan putra mahkota, bukan pula pilihan para hadat. Namun sebuah wasiat rahasia mengubah segalanya, melahirkan sosok baru: La Temmasonge’ To Appaweling, mata air dari sebuah dinasti yang kelak mengikat seluruh Sulawesi Selatan.

Novel ini mengisahkan perjalanan politik yang keras dan cerdas—bukan lewat pedang semata, melainkan melalui simpul darah, pernikahan strategis, serta diplomasi licin di hadapan bangsawan lokal hingga Kompeni Belanda. Dari Watampone ke Wajo, dari Gowa hingga Batavia, La Temmasonge’ menenun jaringan kekerabatan yang menjadikannya poros kekuasaan Bugis-Makassar selama dua abad.

Berbasis arsip VOC, lontaraq, dan tradisi lokal, La Temmasonge’ To Appaweling adalah novel sejarah tentang kekuasaan yang lahir dari keraguan, dinasti yang dibangun dari penolakan, dan seorang raja yang memilih mengikat musuh-musuhnya menjadi keluarganya sendiri.

Sebuah kisah epik tentang darah, takhta, dan strategi keabadian.



KETERANGAN BUKU:

Judul: La Temmasonge Toappaweling (Mata Air Trah Bangsawan)

Penulis: Andi Fahri Makkasau


Jumlah Halaman: 114 halaman


Ukuran: 14x20 cm

Social Share :